JOMBANG | Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang berlangsung semakin meriah dengan digelarnya ajang olahraga bergengsi. Bertempat di Gedung Olahraga (GOR) SMA Darul 'Ulum Kompleks Pondok Pesantren Darul 'Ulum, Rejoso, Kecamatan Peterongan, kompetisi bulu tangkis antar pengurus NU tersebut menyajikan pertandingan yang sangat seru dan penuh keakraban. Dalam ajang penuh gengsi ini, Kiai Wahyu yang menjabat sebagai jajaran Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonosalam berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menyabet gelar juara ketiga setelah melalui pertarungan sengit melawan para kompetitor dari pengurus cabang dan MWC NU se-Kabupaten Jombang.

Keberhasilan Kiai Wahyu meraih posisi ketiga ini tidak didapatkan dengan mudah, mengingat peta persaingan dalam turnamen ekshibisi ini diisi oleh para pimpinan dan pengurus NU yang memiliki stamina serta teknik bermain bulu tangkis yang mumpuni. Sejak babak penyisihan dimulai di GOR SMA DU Rejoso Peterongan, Kiai Wahyu yang mewakili MWCNU Wonosalam tampil impresif dengan pukulan-pukulan presisi dan pergerakan lincah di lapangan. Sorak-sorai dukungan dari para jemaah dan santri yang memadati tribune GOR turut membakar semangat jajaran Tanfidziyah Wonosalam tersebut hingga akhirnya mampu melenggang ke babak semifinal dan mengamankan posisi juara ketiga yang membanggakan bagi seluruh warga Nahdliyin di wilayah Wonosalam.
Turnamen badminton ekshibisi ini diselenggarakan oleh PCNU Jombang bukan sekadar sebagai wadah kompetisi olahraga semata, melainkan sebagai media untuk mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di antara para ulama, kiai, serta pengurus struktur NU di semua tingkatan. Momentum Hari Santri dijadikan landasan untuk mengampanyekan pentingnya menjaga kebugaran fisik dan gaya hidup sehat bagi para pimpinan pondok pesantren dan pengurus NU. Melalui olahraga bulu tangkis ini, nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, dan kesederhanaan para santri dapat terpancar secara nyata, membuktikan bahwa para kiai tidak hanya piawai dalam memimpin keagamaan dan dakwah, tetapi juga memiliki kebugaran jasmani yang prima.

Pencapaian luar biasa dari Kiai Wahyu Tanfidziyah MWCNU Wonosalam ini diharapkan dapat menjadi motivasi serta inspirasi bagi seluruh kader NU dan para santri di Kabupaten Jombang untuk terus berprestasi di berbagai bidang, termasuk bidang olahraga. Rangkaian kegiatan Hari Santri PCNU Jombang di GOR SMA DU Rejoso Peterongan ini pun ditutup dengan penyerahan trofi dan piagam penghargaan yang disambut dengan rasa syukur serta kebahagiaan oleh seluruh peserta. Melalui ajang serupa di masa mendatang, PCNU Jombang berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang mampu menyatukan potensi santri dan pengurus dalam bingkai kebersamaan demi kejayaan Nahdlatul Ulama dan Bangsa Indonesia.