WONOSALAM | - warga Nahdliyin memadati Musholla Al-Hadi di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, guna menghadiri kegiatan rutin bulanan Lailatul Ijtimak yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sumberjo pada hari Minggu, 27 September 2026. Kegiatan spiritual keagamaan yang digelar secara bergilir dari masjid ke masjid serta musholla ke musholla di wilayah Sumberjo ini, kembali membuktikan komitmen NU dalam merawat amaliah Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. Sejak sore hari, antusiasme jamaah sudah terlihat memenuhi serambi musholla untuk mengikuti rangkaian ibadah, menjadikan suasana malam itu penuh dengan kekhusyukan dan keberkahan yang mendalam bagi seluruh masyarakat yang hadir.

Rangkaian acara ibadah pada malam tersebut diawali dengan pelaksanaan serangkaian sholat sunnah berjamaah yang dipimpin langsung oleh KH Purnomo selaku Rois Syuriah Ranting NU Sumberjo yang bertindak sebagai imam. Sholat sunnah yang didirikan secara khusyuk oleh para jamaah meliputi Sholat Sunnah Taubat sebagai sarana pembersihan diri, dilanjutkan dengan Sholat Sunnah Tsubutul Iman guna memohon ketetapan iman dan Islam hingga akhir hayat, serta diakhiri dengan Sholat Sunnah Hajat untuk memohon kelancaran atas segala urusan warga Desa Sumberjo. Kekhidmatan malam Lailatul Ijtimak ini semakin terasa manakala gema zikir dan doa bersama mengangkasa, dipimpin oleh para sesepuh yang berharap agar kerukunan senantiasa menaungi wilayah Wonosalam.

Setelah pelaksanaan sholat sunnah berjamaah, acara dilanjutkan dengan sesi pembinaan membaca Al-Quran atau tahsinul qur'an yang dipandu oleh Ustadz Syakir. Sesi ini dirancang untuk memperbaiki makharijul huruf dan tajwid para jamaah agar kualitas bacaan Al-Quran mereka semakin sempurna. Memasuki acara inti, suasana semakin hangat saat memasuki sesi mauidhoh khasanah yang disampaikan oleh dua ulama kharismatik, yakni KH Wahyu Waretno Wibowo selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Wonosalam, serta KH Ahmad Basuki. Kedua kiai tersebut secara bergantian mengupas tuntas tentang keutamaan-keutamaan membaca, menghafal, dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana mukjizat tersebut mampu menjadi penolong di hari akhir kelak.

Kehadiran KH Wahyu Waretno Wibowo memberikan motivasi spiritual yang sangat besar bagi para pengurus ranting dan jamaah NU di Desa Sumberjo. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa kegiatan Lailatul Ijtimak bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan benteng pertahanan spiritual umat di tengah gempuran zaman yang serba modern. Melalui sinergi antara pembelajaran taktis seperti tahsinul qur'an bersama Ustadz Syakir dan siraman rohani yang mendalam dari KH Ahmad Basuki, diharapkan jamaah Ranting NU Sumberjo dapat terus konsisten memakmurkan tempat ibadah dan memperkuat ukhuwah islamiyah demi mewujudkan masyarakat yang harmonis dan religius di lereng Wonosalam.