Wonosalam | Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonosalam kembali menyelenggarakan kegiatan keagamaan rutin yang bernilai spiritual tinggi, yaitu Pengajian Rutin Rabu Kliwon. Kegiatan yang berfokus pada murojaah atau pendalaman kembali Kitab Risalah Ahlus Sunah Wal Jama'ah karya pendiri NU, KH. Hasyim Asy'ari, ini berlangsung dengan khidmat pada Rabu malam, 30 September 2026. Bertempat di Kantor MWCNU Wonosalam, acara yang dimulai tepat pukul 19.30 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus lembaga, badan otonom (banom) seperti GP Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, serta puluhan jamaah dan tokoh masyarakat setempat yang antusias menimba ilmu.
Hadir sebagai pembicara utama sekaligus pemateri dalam pengajian tersebut adalah Ketua Tanfidziyah MWC NU Wonosalam, KH. Wahyu M. Wibowo. Dalam pemaparannya, KH. Wahyu M. Wibowo menyampaikan betapa pentingnya menjaga kemurnian ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja) di tengah gempuran arus globalisasi dan paham-paham keagamaan baru yang berpotensi memecah belah persatuan umat. Beliau menegaskan bahwa kitab Risalah Ahlus Sunah Wal Jama'ah bukan sekadar referensi teologis masa lalu, melainkan kompas moral dan ideologis yang sangat relevan bagi seluruh warga Nahdliyin saat ini agar tetap konsisten dalam jalur moderasi (tawasuth), toleransi (tasamuh), tegak lurus (itidal), dan seimbang (tawazun).

Suasana di dalam Kantor MWCNU Wonosalam tampak sangat hidup ketika sesi tanya jawab dan diskusi interaktif dibuka setelah pembacaan kitab selesai. Para jamaah dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan aktual, mulai dari tantangan dakwah di era digital hingga bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat sehari-hari. KH. Wahyu M. Wibowo menanggapi setiap pertanyaan dengan bijaksana dan mendalam, seraya mengingatkan kembali pentingnya sanad keilmuan yang jelas dan bersambung hingga Rasulullah SAW. Murojaah kitab ini juga dinilai menjadi sarana konsolidasi organisasi yang sangat efektif untuk mempererat tali silaturahmi antar-pengurus di tingkat kecamatan hingga ranting.
Kegiatan Pengajian Rutin Rabu Kliwon ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial belaka, melainkan menjadi motor penggerak bagi penguatan karakter, mental, dan spiritualitas warga NU di wilayah Wonosalam. Melalui pengkajian kitab secara konsisten, MWCNU Wonosalam berkomitmen untuk terus membentengi umat dari doktrin-doktrin keagamaan yang ekstrem dan radikal. Acara malam itu kemudian ditutup dengan doa bersama demi keselamatan bangsa, negara, serta kemajuan organisasi Nahdlatul Ulama. Para jamaah yang hadir membubarkan diri dengan membawa pemahaman keagamaan yang lebih kokoh serta semangat baru untuk terus berkhidmat di tengah-tengah masyarakat.