WONOSALAM | - Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonosalam secara resmi menggelar rapat pembentukan panitia pelaksana peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026 pada Sabtu, 27 September 2026. Pertemuan strategis yang berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kekeluargaan ini dipusatkan di Kantor MWCNU Wonosalam. Melalui proses musyawarah mufakat yang berjalan dinamis dan demokratis, forum secara bulat menyepakati penunjukan M Taufiq Ketua PAC PERGUNU sebagai Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kecamatan Wonosalam. Langkah taktis ini diambil jauh hari guna memastikan seluruh persiapan rangkaian kegiatan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan dapat dirancang dengan matang, terstruktur, serta mampu memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat di wilayah Wonosalam.

Rapat koordinasi akbar ini dihadiri oleh jajaran penting dari struktur kepengurusan MWCNU Wonosalam, mulai dari jajaran Mustasyar, Syuriyah, hingga Tanfidziyah. Kehadiran para tokoh agama dan kiai sepuh ini semakin diperkuat dengan kedatangan perwakilan pengurus Ranting NU dari seluruh desa se-Kecamatan Wonosalam yang membawa aspirasi dari akar rumput. Tidak ketinggalan, para pengurus dari berbagai lembaga sektoral serta badan otonom (banom) di bawah naungan MWCNU, seperti Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), hingga pencak silat Pagar Nusa, turut hadir memberikan gagasan konstruktif. Kehadiran seluruh elemen ini mencerminkan soliditas yang tinggi dan komitmen kolektif untuk menyukseskan perayaan HSN 2026 sebagai momentum syiar Islam yang ramah dan inklusif.

Terpilihnya Mochamad Taufiq sebagai nakhoda kepanitiaan membawa harapan baru bagi kesuksesan HSN 2026 di kawasan lereng Gunung Anjasmoro tersebut. Dalam sambutan perdananya setelah disepakati menjadi ketua, Mochamad Taufiq menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas amanah besar yang didelegasikan oleh para kiai, pengurus MWCNU, dan seluruh banom. Ia menegaskan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar perayaan seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum krusial untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan, merawat tradisi luhur pesantren, serta mengoptimalkan potensi santri dalam menjawab tantangan zaman modern. Dirinya berjanji akan segera melakukan konsolidasi internal guna menyusun tim kerja yang solid, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan umat.

Sebagai langkah tindak lanjut pasca-pertemuan ini, kepanitiaan yang baru terbentuk di bawah komando Mochamad Taufiq akan segera merumuskan rincian program kerja dan agenda kegiatan yang kreatif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Beberapa wacana program yang mulai digodok di antaranya adalah kegiatan spiritual keagamaan seperti istighosah, upacara HSN, pertunjukan drum band dan kirab santri. Dengan persiapan yang dimulai lebih awal dan didukung oleh kekompakan seluruh elemen Nahdliyin, MWCNU Wonosalam optimistis bahwa peringatan Hari Santri Nasional 2026 nanti akan berlangsung meriah, khidmat, dan mampu merekatkan tali ukhuwah islamiyah sekaligus ukhuwah watanifyah.