Malang | - Prestasi luar biasa kembali diukir oleh generasi muda Indonesia dalam ajang olahraga bela diri pencak silat tingkat internasional. Dua atlet muda berbakat asal daerah Wonosalam berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang bergengsi bertajuk International Referee Jury 24 Championship 2026 yang diselenggarakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Ken Arok, Malang, Jawa Timur. Kompetisi Nasionalyang berlangsung sengit selama tiga hari, mulai tanggal 24 hingga 26 September 2026 ini, menjadi panggung pembuktian bagi ketangguhan para pendekar muda tanah air. Kejuaraan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah dari jakarta, Bandung, Jawa tengah, Jawa Timur. menjadikannya salah satu turnamen paling kompetitif tahun ini di mana disiplin, teknik, dan mental para atlet diuji di atas matras pertandingan yang sangat ketat.

Salah satu sorotan utama dalam kejuaraan ini adalah penampilan luar biasa dari Syaahal Athathami, pesilat muda yang berhasil mengamankan podium tertinggi sebagai Juara 1 dalam Kategori Tanding Kelas G Pra Remaja Putra. Remaja tangguh yang merupakan siswa dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Wonosalam ini menunjukkan dominasi mutlak sejak babak penyisihan hingga partai final yang mendebarkan. Syaahal yang beralamat di Pucangrejo, Wonosalam, tampil dengan penuh percaya diri, menerapkan teknik-teknik Pukulan dan tendangan presisi yang didapatkannya dari latihan disiplin tinggi. Kemenangan emas ini tidak hanya membawa pulang trofi bergengsi, tetapi juga mengharumkan nama sekolah serta daerah asalnya di tingkat Nasional, membuktikan bahwa potensi atlet daerah mampu bersaing di level tertinggi dunia.

Tidak kalah membanggakan, rekan sejawatnya, Dwi Saputra, juga sukses mengamankan posisi di podium dengan meraih Juara 3 dalam Kategori Tanding Kelas A Pra Remaja Putra. Dwi, yang juga menimba ilmu di SMPN 1 Wonosalam dan bertempat tinggal di lingkungan yang sama di Pucangrejo, Wonosalam, memperlihatkan perjuangan yang luar biasa dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di kelasnya. Meskipun harus puas di posisi ketiga, kegigihan dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Dwi di arena pertandingan mendapatkan apresiasi luar biasa dari para juri dan penonton yang memadati GOR Ken Arok. Keberhasilan kedua remaja ini menjadi bukti nyata dari sinergi yang luar biasa antara bakat alami, bimbingan akademis dari sekolah, serta dukungan penuh dari lingkungan keluarga dan masyarakat Pucangrejo yang selalu memberikan dorongan moral.
Di balik kesuksesan gemilang Syaahal Athathami dan Dwi Saputra, terdapat peran besar dari Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPS NU) Pagar Nusa, perguruan tempat kedua atlet tersebut menempa diri. Melalui gemblengan fisik dan mental yang terstruktur di perguruan Pagar Nusa, kedua pesilat ini tidak hanya diajarkan teknik bertarung yang mumpuni, tetapi juga nilai-nilai budi pekerti luhur, kemandirian, dan spiritualitas yang kuat. Kepala Sekolah SMPN 1 Wonosalam menyatakan rasa bangganya yang mendalam atas pencapaian bersejarah ini dan berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi di bidang non-akademik. Kejuaraan International Referee Jury 24 Championship 2026 ini diharapkan menjadi batu loncatan awal bagi Syaahal dan Dwi untuk melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi, membawa nama bangsa Indonesia semakin harum di kancah olahraga bela diri dunia.