Wonosalam | Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Jombang Cabang Wilayah Wonosalam terus menorehkan kontribusi nyata dalam mendorong roda perekonomian umat, khususnya bagi masyarakat di kawasan lereng Gunung Anjasmoro. Di bawah pimpinan Mardiana Sukaryawati Ningrum, S.H M.Kn., selaku Kepala Wilayah BMT NU Wonosalam, lembaga keuangan mikro syariah ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah transaksi keuangan biasa, melainkan juga bertransformasi menjadi pilar pemberdayaan sosial dan keagamaan yang inklusif. Salah satu program unggulan yang kini menjadi primadona dan sangat diminati oleh masyarakat luas adalah sistem layanan "jemput bola", sebuah inovasi pelayanan praktis yang dirancang khusus untuk mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi simpanan maupun pengajuan pembiayaan tanpa harus keluar rumah atau meninggalkan aktivitas produktif mereka sehari-hari.

Melalui sistem jemput bola ini, para petugas lapangan BMT NU Wonosalam secara aktif dan berkala mendatangi rumah-rumah warga, pasar tradisional, hingga tempat usaha mikro di seluruh pelosok Kecamatan Wonosalam. Langkah progresif ini diambil sebagai solusi cerdas bagi masyarakat pegunungan yang sering kali terkendala jarak dan waktu untuk menjangkau kantor kas atau outlet resmi. Nasabah kini tidak perlu lagi merasa repot atau membuang waktu berharga mereka hanya untuk sekadar menabung, membayar angsuran, atau bahkan mengajukan modal usaha. Semua proses transaksi tersebut dapat diselesaikan secara aman, cepat, dan transparan di lokasi nasabah berada dengan bantuan teknologi digital yang terintegrasi, menjadikan BMT NU Wonosalam sebagai mitra keuangan syariah yang paling mengerti dan memahami kebutuhan riil masyarakat setempat.
Selain memberikan kemudahan layanan finansial yang prima, KSPPS BMT NU Wonosalam juga dikenal sangat loyal dan berkomitmen tinggi dalam mendukung setiap kegiatan keagamaan dan kemaslahatan umat yang diinisiasi oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Wonosalam beserta seluruh badan otonom (Banom) di bawah naungannya, seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU. Kontribusi aktif ini diwujudkan dalam berbagai bentuk kerja sama strategis, dukungan operasional kegiatan keagamaan, hingga penyaluran dana sosial yang bersumber dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para nasabah. Sinergi yang kuat antara lembaga keuangan dan organisasi kemasyarakatan ini menciptakan ekosistem sosial-keagamaan yang harmonis, di mana setiap rupiah yang disimpan oleh nasabah di BMT NU secara tidak langsung turut mengalirkan berkah bagi kemajuan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah Wonosalam.

pimpinan Wilayah BMT NU Wonosalam, Mardiana Sukaryawati Ningrum, S.H,M.Kn. dalam sebuah kesempatan menyampaikan bahwa BMT NU hadir bukan semata-mata untuk mencari keuntungan komersial, melainkan untuk membangun kemandirian ekonomi jamaah yang berbasis syariah dan berprinsip gotong royong. Beliau juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Wonosalam, baik para pelaku UMKM, petani, peternak, hingga tokoh masyarakat, untuk tidak ragu bergabung menjadi bagian dari keluarga besar nasabah KSPPS BMT NU. Dengan menjadi anggota, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan akses keuangan yang aman, berkah, dan bebas dari praktik riba, tetapi juga secara aktif ikut berkontribusi nyata dalam memberdayakan umat dan membesarkan organisasi Nahdlatul Ulama. Mari bersama-sama meraih keberkahan finansial dan sosial dengan menabung serta berinvestasi di BMT NU Wonosalam, solusi keuangan syariah terpercaya di hati masyarakat.