BARENG |  Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti Lapangan Bareng pada Kamis, 22 Oktober 2026, saat digelarnya Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kecamatan Bareng. Di tengah kemeriahan acara tersebut, penampilan dari Tim Paduan Suara Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Bareng berhasil mencuri perhatian dan memukau ratusan pasang mata yang hadir di lokasi. Dengan balutan busana yang anggun serta harmonisasi nada yang luar biasa, tim paduan suara ini membawakan lagu-lagu perjuangan dan mars kebangsaan yang membakar semangat patriotisme. Upacara yang mengusung tema besar "Menguatkan Akar Tradisi Membangun Keutuhan NKRI" ini tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah perjuangan para ulama dan santri, tetapi juga menjadi momentum pembuktian peran aktif kader perempuan NU dalam menggemakan nilai-nilai nasionalisme di tengah masyarakat.

 

https://nubareng.com/storage/body_images/NsrnHSKenjlWkGDxwuyGYD7jZdkGllFu2E436O95.webp

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun ini berlangsung sangat semarak dan dihadiri oleh jajaran tokoh penting serta elemen masyarakat lintas sektor. Hadir di panggung kehormatan antara lain Camat Bareng, para Kepala Sekolah dari seluruh tingkatan se-Kecamatan Bareng, tokoh-tokoh dari lintas organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, serta jajaran pengurus Badan Otonom (Banom) NU se-Kecamatan Bareng. Kehadiran para tamu undangan VIP ini mempertegas pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjaga kerukunan umat dan persatuan bangsa. Tim Paduan Suara Fatayat NU Bareng yang tampil sebagai pengiring utama upacara berhasil membawakan lagu Indonesia Raya, Mars Hari Santri, serta Yalal Waton dengan penuh penghayatan, sehingga membuat seluruh peserta upacara hanyut dalam suasana haru dan bangga.

Dalam amanatnya selaku pembina upacara, Ketua Tanfidziyah MWC NU Bareng menyampaikan pesan mendalam mengenai peran strategis santri dalam era modernisasi tanpa melupakan akar sejarahnya. Beliau menegaskan bahwa santri masa kini harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus menjawab tantangan zaman. "Santri adalah para pionir penerus perjuangan ulama ulama yang harus terus untuk melaju menata masa depan," tegas Ketua Tanfidziyah MWC NU Bareng di hadapan seluruh peserta upacara. Beliau juga menambahkan bahwa tradisi pesantren dan ajaran para ulama merupakan benteng moral utama yang akan terus menjaga kedaulatan serta persatuan bangsa Indonesia dari berbagai ancaman disintegrasi.

Kemegahan rangkaian upacara peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Bareng ini ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama para tokoh masyarakat beserta seluruh peserta upacara. Apresiasi tinggi mengalir deras dari Camat Bareng dan para kepala sekolah kepada Tim Paduan Suara Fatayat NU Bareng atas dedikasi dan performa luar biasa yang mereka tampilkan sepanjang acara. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaborasi antara pemerintah kecamatan, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan banom NU di Kecamatan Bareng terjalin sangat harmonis. Melalui momen HSN 2026 ini, seluruh elemen masyarakat Bareng berkomitmen untuk terus merawat tradisi keislaman yang ramah sekaligus memperkokoh keutuhan NKRI demi masa depan bangsa yang lebih cemerlang.