BANGKALAN | Ajang kejuaraan pencak silat tingkat nasional bertajuk Trunojoyo National Championship III yang berlangsung pada tanggal 23 hingga 25 Oktober 2026 sukses digelar dengan penuh kemeriahan dan semangat keolahragaan. Bertempat di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer Universitas Trunojoyo Madura, helatan bergengsi ini menjadi panggung pembuktian bagi ratusan pesilat tangguh dari berbagai penjuru tanah air yang berjuang memperebutkan gelar terbaik. Di tengah persaingan ketat antar kontingen, gelombang apresiasi dan ucapan selamat mengalir deras bagi para atlet muda berbakat asal Kabupaten Jombang yang berhasil mengukir prestasi gemilang serta mengharumkan nama daerah di kancah nasional tersebut.

Prestasi tertinggi berhasil diraih oleh Syaahal Athathaami yang sukses bertengger di podium utama sebagai Juara 1 dalam kategori kejuaraan tersebut. Putra daerah dari pasangan Sri Wulandari dan Suparlin yang berdomisili di Dusun Pucangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang ini tampil sangat impresif sepanjang babak penyisihan hingga partai puncak. Dengan teknik pertarungan yang matang, ketenangan mental, serta ketahanan fisik yang prima, Syaahal mampu menundukkan lawan-lawannya secara meyakinkan. Keberhasilan meraih medali emas ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, melainkan juga membuktikan potensi besar generasi muda Jombang dalam melestarikan sekaligus menguasai seni bela diri tradisional Indonesia.

Tidak kalah membanggakan, pesilat muda lainnya yakni Dwi Saputra turut menyumbangkan kebanggaan besar dengan berhasil mengamankan posisi sebagai Juara 2. Sama-sama berasal dari Dusun Pucangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, putra dari pasangan Samini dan Purwanto ini menunjukkan daya juang yang sangat tinggi serta pantang menyerah di setiap laga yang dilaluinya. Meskipun harus puas membawa pulang predikat runner-up, pencapaian Dwi Saputra menegaskan dominasi atlet-atlet muda dari daerah Wonosalam di panggung kejuaraan nasional. Keberhasilan ganda yang diraih oleh dua putra terbaik dari satu wilayah yang sama ini menjadi momen bersejarah dan inspiratif bagi masyarakat setempat.

Di balik kesuksesan luar biasa para pesilat muda tersebut, terdapat sosok pelatih bertangan dingin yakni Vive Veprilian Putro Prasetyo yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Wonosalam. Pembinaan yang konsisten, disiplin tinggi, serta taktik bertanding yang dirancang dengan cermat oleh sang pelatih menjadi kunci utama dalam membentuk mental juara para atletnya. Keberhasilan di Universitas Trunojoyo Madura ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi para pesilat untuk terus mengasah kemampuan ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus memotivasi generasi muda lainnya di Kabupaten Jombang untuk terus berprestasi dan membanggakan bangsa melalui cabang olahraga pencak silat.